Senin, 28 Maret 2011

Logika $ Algoritma pertemuan 1

1.Jelaskan peranan algoritma dalam pembuatan program
2.Jelaskan pengertian pseudocode dan berikan contohnya
3.sebutkan langkah menguji algoritma,jelaskan!
4.Buat algoritma bila seorang mahasiswa akan melakukan pembayaran uang kuliah via atm
5.sebutkan cara menyatakan algoritma
6.sejarah dan tipe data C++


1. Algoritma memegang peranan penting dalam bidang pemrograman. Sebegitu
pentingnya suatu algoritma, sehingga perlu dipahami konsep dasar algoritma. Apalagi
untuk seorang programer, tentu diperlukan suatu algoritma sehingga dapat membuat
program yang lebih efektif dan efisien. Bagi kebanyakan orang, algoritma sangat
membantu dalam memahami konsep logika pemrograman.
Dalam bidang komputer, misalnya EDP (Elektronik Data Processing) atau MIS
(Management Information System), algoritma sering dimanfaatkan untuk menyelesaikan
suatu masalah atau untuk proses pengambilan keputusan. Seorang sistem analisis (analisist
system) tentunya menggunakan algoritma untuk merancang suatu sistem. Bagi seorang
programer, algoritma digunakan untuk membuat modul-modul program.
2.Definisi Pseudo-code
      Kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan penjelasan cara menyelesaikan
suatu masalah. Pseudo-code sering digunakan oleh manusia untuk menuliskan algoritma.
Problem: mencari bilangan terbesar dari dua bilangan yang diinputkan
Contoh Pseudo-code:
1. Masukkan bilangan pertama
2. Masukkan bilangan kedua
3. Jika bilangan pertama > bilangan kedua maka kerjakan langkah 4, jika tidak, kerjakan
langkah 5.
4. Tampilkan bilangan pertama
5. Tampilkan bilangan kedua

3. Menguji Suatu Algoritma
          Algoritma yang sudah digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah, akan dengan cepat dan tepat diperoleh solusinya dengan menggunakan alat bantu.
          Alat bantu tersebut adalah komputer.
          Algoritma tersebut harus disajikan terlebih dahulu ke dalam bahasa pemrograman (Misal; C, BASICA, FORTRAN, PASCAL dan lain-lain).
Pengujian terhadap program tersebut dilakukan dengan 2 (dua) fase yang dilaksanakan secara simultan, yakni :
a) fase debugging
          suatu fase dari proses program eksekusi yang melakukan koreksi terhadap kesalahan program.
          Kesalahan program yang dimaksud adalah keslahan dalam bahasa pemrograman (baik secara logika maupun sintaks).
b) fase profiling
          Suatu fase yang akan bekerja jika program tersebut sudah benar (hasil fase debugging).
          Fase ini juga bekerja untuk melihat atau mengukur waktu tempuh (running time) dan penggunaan memory atau storage.

Dalam menguji
suatu algoritma, dibutuhkan beberapa kriteria untuk mengukur efisiensi algoritma.
Terdapat dua tipe analisis algoritma, yaitu :
1. Memeriksa kebenaran algoritma
Dapat dilakukan dengan cara perurutan, memeriksa bentuk logika, implementasi
algoritma, pengujian dengan data dan menggunakan cara matematika untuk
membuktikan kebenaran.
2. Penyederhanaan Algoritma
Membagi algoritma menjadi bentuk yang sederhana.
4. 1.Mahasiswa pergi ke mesin atm
     2.masukkan atm card
     3.tekan no. pin atm
     4.Pilih Pembayaran Pembelian pada menu utama
     5.pilih pembayaran lainya
6.Pilih Pendidikan
7.Pilih BSI dan plih ya
8.Masukan NIM dan pilih ya
9.Tekan nominal yg ingin di bayarkan dan pilih benar
10. Transaksi selesai

5. Algoritma adalah metode untuk menyelesaikan suatu permasalahan secara bertahap. Contoh sederhana suatu algoritma adalah resep suatu masakan. Pada resep suatu masakan terdapat langkah langkah penyelesaian untuk membuat masakan itu. Misalkan untuk membuat telur rebus, maka diperlukan langkah langkah:
1.      Cuci bersih telur yang akan direbus.
2.      Siapkan air pada panci.
3.      Rebus air hingga mendidih.
4.      Masukkan telur yang sudah dicuci kedalam air yang telah direbus.
5.      Tunggu hingga matang dan sajikan
Komputer adalah suatu mesin. Untuk dapat melakukan pekerjaannya komputer membutuhkan instruksi yang diberikan pada komputer itu. Kumpulan instruksi umum untuk berbagai jenis komputer disebut algoritma.
6. C++ adalah pengembangan dari bahasa C, yang merupakan pengembangan dari dua bahasa bahasa pemograman generasi sebelumnya, yaitu BCPL dan B. BCPL dibuat pada tahun 1967 oleh Martin Richards sebagai bahasa untuk menulis sistem operasi dan compiler. Ken Thompson membuat banyak fitur pada bahasa B yang dibuatnya dan menggunakan B untuk membuat versi awal dari sistem operasi UNIX di Bell Loboratories pada tahun 1970 pada komputer DEC PDP-7.
     Bahasa C dikembangkan dari bahasa B oleh Dennis Ritchie di Bell Laboratories dan pada awalnya diimplemntasi pada komputer DEC PDP-11 pada tahun 1972. C menggunakan banyak konsep penting dari BCPL dan B sekaligus ada tambahan jenis-jenis data dan fitur lainnya. C kemudian dikenal sebagai bahasa pengembang sistem operasi UNIX. Pada masa sekarang, kebanyakan sistem operasi ditulis dengan menggunakan C dan/atau C++. C tersedia untuk hampir semua komputer.
     Pada akhir dekade 1970 an, C telah berkembang dengan menjadi sesuatu yang sekarang disebut “C tradisional”, “C klasik”, atau “C Kernighan dan Ritchie”. C++ adalah penambahan dari C, dikembangkan oleh Bjarne Stroustup pada awal dekade 1980 an di Bell Laboratories. C++ memberikan tambahan fitur yang meningkatkan kekuatan bahasa C, dan yang lebih penting lagi, kemampuan untuk pemograman berbasis object (Object Oriented Programming).

Tipe data C++
Tipe Data
Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi
setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja
menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya.
Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif.
Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu :
No
Tipe Data
Ukuran
Range (Jangkauan)
Format
Keterangan
1
char
1 byte
128 s/d 127
%c
Karakter/string
2
int
2 byte
32768 s/d 32767
%i , %d
Integer/bilangan bulat
3
float
4 byte
3.4E-38 s/d 3.4E+38
%f
Float/pecahan
4
double
8 byte
1.7E-308 s/d 1.7+308
%lf
Pecahan presisi ganda
5
void
0 byte
-
-
Tidak bertipe
Konstanta
Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung.
Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program.
Konstanta dapat bernilai integer, pecahan, karakter dan string. Contoh konstanta : 50; 13; 3.14;
4.50005; ‘A’; ‘Bahasa C’. Selain itu, bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang
disebut karakter escape, antara lain :
\a : untuk bunyi bell (alert)
\b : mundur satu spasi (backspace)
\f : ganti halaman (form feed)
\n : ganti baris baru (new line)
\r : ke kolom pertama, baris yang sama (carriage return)
\v : tabulasi vertical
\0 : nilai kosong (null)
\’ : karakter petik tunggal
\” : karakter petik ganda
\\ : karakter garis miring
Variable
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu
di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu
variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri
oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut :
1. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf.
2. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara Metal, dengan metal itu berbeda.
3. Tidak boleh mengandung spasi.
4. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore), seperti : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, dsb.
5. Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.
Contoh penamaan yang salah : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.
Contoh penamaan variable yang salah : nilai_mahasiswa, 80%mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb.
Deklarasi Variable
Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program.
Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi.
Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah :
Nama_tipe nama_variabel;
Contoh :
int x;
char y, huruf, nim[10];
float nilai;
double beta;
int array[5][4];

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar